Labels

Friday, December 30, 2011

Humor

Tanya Jawab Soal Makanan Diet

T: Haruskah saya mengurangi daging dan makan lebih banyak buah dan sayuran?
J: Anda harus memahami efisiensi logistik. Apa yang dimakan seekor domba? Daun dan jagung. Dan apakah itu? Sayuran. Jadi daging domba adalah tidak lebih dari mekanisme yang efisien dalam memberikan sayuran untuk tubuh anda. Butuh biji? Makan ayam.
 
T: Apakah saya perlu mengurangi asupan alkohol saya?
J: Tidak, tidak sama sekali. Anggur dibuat dari buah. Brandy adalah anggur yang disuling, itu berarti mereka mengambil air dari buah sehingga Anda mendapatkan bahkan lebih dari kebaikan anggur. Bir juga terbuat dari gandum. Ini hanya kesalahpahaman, bahwa orang-orang memiliki pikiran sempit. Jadi?
 
T: Apakah makanan yang digoreng tidak buruk bagi Anda?
J: ANDA TIDAK MENDENGARKAN! Makanan digoreng dalam minyak sayur. Bagaimana bisa mendapatkan lebih banyak sayuran akan buruk bagi Anda?
 
T: Apakah cokelat buruk bagi saya?
J: Apakah kamu gila? HELLO... Biji kakao... sayuran! Ini makanan terbaik!
 
T: Apakah berenang baik untuk bentuk tubuh Anda?
J: Jika berenang baik untuk bentuk tubuh Anda, tolong jelaskan mengenai ikan paus kepada saya.

Seminar UI ~ Pers Kampus

Sabtu, 17 Desember 2011

UI..aku daaaaatttttttaaaaaaaaaang!!!!!

Wuuii...senang naa, akhirnya bisa juga menjejakkan kaki di UI. Aromanya rerumputan basah. Wii..pokok kee UI luas tenan. 

Sabtu itu, UI mengadakan workshop “Pers Kampus 2011” di auditorium gedung Ilmu Komunikasi, FISIP. Workshop dibagi ke dalam 2 sesi dengan 2 pembicara di masing – masing sesi. Dapat makan pula.

Sekitar pukul 09.30 sesi  pertama dimulai. Dibuka dengan kata sambutan dari Ketua Pelaksana Workshop ini, Pak A.G. Sudibyo. Dari kata sambutan beliau, sekilas sejarah pers kampus dipaparkan. Kita jadi tahu betapa menegangkannya situasi pers masa Orde Baru. Sering kali harap – harap cemas akan ada lagi teman seperjuangan yang hilang. OrBa telah berlalu, lalu apakah tantangan bagi aktivis pers kampus masa kini?

Jawabannya datang dari pembicara pertama kita,  General Manager News and Sports tvOne, Totok Suryanto. Menurut beliau, tantangan utama yang harus dihadapi aktivis pers masa kini adalah semangat untuk terus belajar. Apa pun halangan dan rintangannya, kunci utama untuk melaluinya yaitu dengan memiliki semangat yang terus berkobar dan tidak pernah redup.

Totok banyak menceritakan pengalaman – pengalamannya sebagai wartawan dan menggambarkan kepada kita suasana di ruang redaksi. Bagi seorang wartawan, ruang redaksi merupakan rumah kedua. Semua anggota dalam ruang redaksi adalah jurnalis. Orang –orang yang bekerja dalam newsroom system, tim gathering (reporter, kameramen, supir), tim koki (produser, presenter, editor), broadcast people (program director & awak ruang kontrol) beserta kru studio bekerja sama mempersembahkan berita yang terbaik dan teraktual, berkutit dengan teknologi – teknologi termuktahir.

Beliau juga mengajarkan kita untuk selalu menjadi seorang penantang bukan pemenang. Merasa diri sebagai pemenang hanya membuat kita menjadi sombong, sementara penantang adalah orang yang selalu berusaha bersaing. 

Pembicara selanjutnya adalah salah seorang Guru Besar FISIP UI Prof. Sasa Djuarsa Sendjaja. Topik pembicaraan yang beliau sampaikan mengenai regulasi penyiaran di Indonesia antara idealisme dan realita bisnis. Sebagai seorang mantan ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI), beliau banyak menceritakan konsepsi media penyiaran di Indonesia dan realitas perkembangan penyiaran di Indonesia. 

Bisnis penyiaran bukanlah bisnis biasa karena menggunakan frekuensi sebagai ranah publik yang sumber dayanya terbatas. Oleh karena itu, penyiaran harus diregulasi.
Prof. Sasa berteori bahwa media adalah refleksi masyarakat. Media yang baik mencerminkan masyarakat yang baik, media yang buruk mencerminkan masyarakat yang buruk pula. 

Menurut Sejarahwan Amerika Serikat Paul Johnson, terdapat 7 dosa terbesar pers yaitu 1) Distorsi Informasi, 2) Dramatisasi fakta palsu, 3) Mengganggu privasi, 4) Pembunuhan karakter, 5) Eksploitasi seks, 6) Meracuni benak pikir anak – anak, dan 7) Penyalahgunaan kekuasaan (power abuse).

Naah, KPI berperan dalam mengawasi dan mengontrol agar media penyiaran Indonesia tidak melakukan ketujuh dosa besar tersebut. 

Prof. Sasa menuturkan masih banyak yang perlu diperbaiki dalam dan oleh KPI. Oleh karena itu, KPI selalu melakukan audit metodologi.

Sesi pertama pun berakhir. Presentasi yang dibawakan kedua pembicara mengesankan dan mengena di hati serta perut (lapar maksudnya).

Usai makan siang, kita berlanjut ke sesi dua. Topik yang dibawakan adalah tahap – tahap penulisan dalam jurnalistik dan menulis tajuk rencana.

Pembahasan dimulai dari hal yang paling mendasar, yaitu definisi menulis. Menulis adalah mengutarakan fakta, gagasan, dan perasaan yang ditransformasikan dalam bentuk teks. Penulisan karya jurnalistik termasuk penulisan karya ilmiah dimana penggunaan bahasa dan diksi sangat penting untuk dikuasai oleh penulis. Bahasa ilmiah sendiri mengutamakan konsep dan karya ilmiah itu ketat bahasa.

Tahap – tahap penulisan karya jurnalistik, 1) Menentukan topik, 2) Mengumpulkan data untuk memahami topik secara rinci, 3) Bertanya kepada orang – orang yang memahami topik tersebut (narasumber), 4) Melakukan peninjauan langsung, terakhir 5) Menghimpun data. 

Topik berbeda dengan tema. Topik melingkupi persoalan atau bidang masalah yang dipilih untuk ditulis, didisertasikan atau dibahas. Tema ialah keterangan singkat mengenai topik. Dalam memilih topik pembahasan disarankan untuk membahas topik yang penting bagi khalayak, informatif, topik yang mendidik atau menyenangkan bagi khalayak, ruang lingkup kecil, aktual atau terkini dan merupakan pembahasan yang dikuasai oleh penulis.

Topik terakhir dibawakan Prof. Zulhasril Nasir. Beliau mengajarkan kepada kita membuat tajuk rencana yang baik serta menjelaskan pentingnya membuat tajuk rencana.

Tajuk rencana merupakan tulisan opini yang berfungsi sebagai ruang atau kesempatan bagi redaksi untuk memberikan pendapat yang membedakannya dengan tulisan – tulisan faktual (news).

Dalam menulis tajuk rencana, Prof Nasir mengajarkan kita untuk selalu menempatkan diri sejajar dengan publik sehingga kita dapat bersikap demokratik, terbuka dan menghidari diri dari sikap menggurui. Menulis harus dengan sikap rasional dan tidak membakar atau memperluas konflik melainkan meredam atau mendinginkan.

Sesi kedua terasa kontras dengan sesi pertama. Walaupun sesi kedua terasa membosankan, namun pembahasan yang dibagikan sama bermanfaatnya dengan sesi pertama. ^^v

Kebenaran Pembenaran

‘Baik belum tentu benar’, sering sekali kita mendengar kata ini. Namun benarkah? Benarkah baik itu belum tentu benar? 

Contoh sederhananya, ketika seorang teman menanyakan jawaban kita pada saat ulangan. Jika kita memberikannya, kita telah berbuat baik. Namun apakah kita secara otomatis berbuat benar? Ya, setidaknya teman tersebut pasti menganggap kita baik karena telah “membantunya”. Namun apakah perbuatan kita tersebut – sekali lagi – sudah benar? Sebagian orang bisa saja menjawab sudah, sedangkan sebagian lagi tidak sepakat.

Lalu sebenarnya apakah dasar tolok ukur yang menjadi patokan kebenaran yang sesungguhnya? Adakah kebenaran yang mutlak tersebut? 

Pertanyaan - pertanyaan macam itu bukan hal baru. Sejak jaman Yunani kuno, para filsuf – sebut saja Socrates, Plato dan Aristoteles – telah memikirkannya dan berusaha menemukan jawabannya. 
Menurut Socrates kebenaran didapat dengan banyak bertanya. Terus bertanya hingga tidak ditemukan lagi jawaban yang  bisa membantah merupakan kebenaran. Bagi Plato, kebenaran yang sejati ada di dunia ide. Lain lagi dengan Aristoteles, menurutnya kebenaran sejati adalah kebenaran yang inderawi.

Beberapa abad kemudian, timbul pemikiran – pemikiran baru tentang kebenaran dan metode pencapainnya. Dua kubu besar terbentuk, kaum Rasionalis dan Empiris. Mana yang benar, kebenaran yang ada dalam pikiran – pikiran manusia atau kebenaran yang dilihat secara nyata oleh mata manusia? 

Seiring dengan berjalannya waktu, berkembangnya jaman dan ilmu pengetahuan, cuma ada satu kebenaran yang nampak jelas, yaitu setiap metode ilmu pengetahuan manusia hanya mencari pembenaran sendiri seolah mendekati kebenaran.

Bagaimana menurutmu?

Wednesday, December 28, 2011

Synopsis GIE The Movie


Sutradara Riri Riza
Produser Mira Lesmana
Penulis Riri Riza
Pemeran Nicholas Saputra
Wulan Guritno
Indra Birowo
Lukman Sardi
Sita Nursanti
Thomas Nawilis
Jonathan Mulia
Christian Audy
Donny Alamsyah


Robby Tumewu
Tutie Kirana
Gino Korompis
Surya Saputra
Happy Salma
Distributor Sinemart Pictures
Durasi 147 menit
Anggaran Rp 7-10 milyar (perk.)


Film GIE arahan sutradara Riri Riza menceritakan kehidupan Soe Hok Gie, pemuda Indonesia keturunan TiongHua yang hidup di masa pergolakan akhir pemerintahan Soekarno. Kisah ini diangkat dari catatan harian Soe Hok Gie pada masa itu.

Gie adalah seorang pemuda yang gemar membaca. Pemikirannya kritis disertai keahlian sastra yang mengagumkan. Selain konflik pemerintahan pada masa itu, dikisahkan juga berbagai konflik kehidupan pribadi Gie. Mulai dari kehidupan sekolahnya, pergaulannya, hingga kisah asmaranya.

Setelah mengetahui ada kolom sastra di mading sekolahnya, Gie mulai memublikasikan pemikiran – pemikirannya melalui tulisan. Beranjak ke jenjang kuliah, Gie aktif dalam organisasi kemahasiswaan.

Semakin dewasa, Gie semakin kritis, terutama mengenai persoalan bangsanya. Analisis Gie menarik perhatian seorang aktivis sosialis. Situasi negara yang semakin kacau kemudian mengukuhkan hati Gie untuk bergabung dengan kelompok aktivis tersebut dan membawanya membentuk organisasi revolusioner bersama sahabat – sahabatnya.

Dalam detik - detik terakhir hidupnya, tulisan - tulisan Gie yang keras terhadap pemerintahan membuatnya dikucilkan masyarakat. Desember 1969, Gie meninggal di puncak Gunung Semeru dalam pangkuan sahabatnya, Herman Lantang. Gie tidak menikah, sampai akhir hidupnya ia tidak sempat menyatakan cintanya pada sahabatnya, Ira.

Dalam Festival Film Indonesia tahun 2005, Nicholas Saputra, aktor yang memerankan tokoh Gie memperoleh penghargaan sebagai pemeran pria terbaik. Yudi Datau sebagai tata sinematografi terbaik.

Genre : Fiction - Historical.

Kuliah Umum Nono Sampono


Kamis, 3 November 2011 Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKom) Universitas Tarumanagara (UNTAR) kedatangan seorang calon pemimpin besar, Calon Gubernur D.K.I. Jakarta, Nono Sampono. Berikut adalah data diri lengkap Beliau.

Profil
Letnan Jenderal (Marinir) Purnawirawan Nono Sampono S.Pi, M.Si.
Nama: Nono Sampono
Pangkat : Letnan Jenderal Marinir
Tanggal Lahir : 1 Maret 1953
Agama : Islam
Isteri : Norma Riana
Anak :  
1. Agustini Moerdiana
2. Taufik Bagus Moerdianto
3. Sheila Destaria Moerdianti

Riwayat Hidup
PENDIDIKAN UMUM
  • SD, SMP, SMA Xaverius Ambon s/d th.1971
  • Sarjana Perikanan (S1) di UHT th. 2003
  • Magister Kelautan (S2) di IPB th. 2007
  • Kandidat Doktor di IPB
KARIR
  • Danton s/d Danyon Marinir
  • Dan Den Jalamangkara TNI AL (ANTI TEROR MARINIR/TNI AL)
  • Berbagai Jabatan di Marinir TNI AL
  • Wadan Paspampres
  • Komandan Paspampres
  • Gubernur Akademi Angkatan Laut
  • Inspektur Jenderal TNI AL
  • Komandan Korps Marinir
  • Komandan Jenderal Akademi TNI
  • Kepala Badan SAR Nasional
PENDIDIKAN MILITER
  • AAL th 1976
  • Berbagai Pedidikan Spesialisasi Susstafpur TNI AD th 1986
  • OJT Anti Teror ARMY KORSEL th 1991
  • PASOC – Hawaii USA th 1992
  • Seskoal th 1993
  • sesko TNI th 1996
  • Lemhanas th 2004
ORGANISASI
  • Ket. Umum PB PERTINA (2002-2007)
  • Anggota Dewan Pakar ESQ
  • Ketua Alumni Sek. Xaverius Ambon
  • Pembina INA AMA
  • Pembina FKRRM
  • Pembina PAPRI (2002-2007)
  • Ketua Dewan Penasihat Kesenian, Majelis Taklim Asyafi’iyah
  • Ketua Dewan Pembina FPMM
  • Ketua Dewan Pembina Senam Tera Indonesia, Jakarta
Catatan:
Aktif sebagai pembicara di berbagai seminar Nasional  ataupun Internasional.
Aktif memberi Ceramah, Kuliah Umum, dan Orasi Ilmiah di berbagai Universitas.

Dalam rangka Hari Sumpah Pemuda, beliau hadir memberikan kuliah umum singkat dengan tema pengembangan nasional Indonesia sebagai negara kepulauan dari persperktif geopolitik menghadapi tantangan global.

Sebelum masuk kepada inti persoalan, beliau mengajak kami mengenali Indonesia terlebih dahulu. Sejarah, awal mula terbentuknya Indonesia, jati diri bangsa, letak strategis dan potensi alam Indonesia, khususnya dalam bidang kelautan atau maritim.

Pada mulanya, tidak jauh berbeda dengan bangsa – bangsa lain di dunia, masyarakat Indonesia berasal dari eksodus manusia. Mereke berduyun – duyun datang dengan mengarungi lautan.  Kemudian disebut Bangsa Bahari. Selain karena datang dari laut, mayoritas masyarakat pada masa itu adalah nelayan. Mereka hidup dengan memanfaatkan kelimpahan hasil laut. Kemakmuran Indonesia dalam bidang maritim terutama terlihat ketika Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya berkuasa. Kedua kerajaan, yang memiliki masa pemerintahan terpanjang, memperoleh kesejahteraan hidup hingga kekuatan dan kekuasaan melalui laut.

Sayangnya, beberapa abad setelah keruntuhan Kerajaan Majapahit dan Sriwijaya, kolonialisme melanda Indonesia. Masyarakat yang awalnya berorientasi bahari diubah menjadi masyarakat agraris. Kolonialisme Belanda faktanya telah merekayasa jati diri bangsa Indonesia.

Almarhum Presiden pertama NKRI, Soekarno mengatakan bahwa Indonesia adalah benua maritim. Indonesia adalah negara kelautan yang ditaburi pulau, bukan sebaliknya. Indonesia dengan 17.499 pulaunya, memiliki potensi sumber daya yang sangat berlimpah. Potensi sumber daya alam, sumber daya manusia didukung letak yang strategis.

Awalnya laut merupakan tempat bagi sebagian besar masyarakat untuk memperoleh kesejahteraan hidup, berkeluarga, memenuhi kebutuhan hidup serta bertahan hidup. Lama – kelamaan, laut dijadikan wahana kekuasaan, kejayaan dan kekuatan. Parahnya, di masa sekarang, laut beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah. Laut Indonesia yang indah dan makmur kini tinggal kenangan.

Menurut Nono, dua persoalan terbesar suatu bangsa ialah geo-politik. Letak strategis Indonesia yang terletak antara Benua Asia dan Australia, apabila dapat dimanfaatkan dengan baik dan benar, didukung pula dengan potensi sumber daya alam, manusia, adanya stabilitas ekonomi dan politik, angkatan bersenjata yang kuat, rakyat dan pemimpin yang cerdas dan berani, niscaya Indonesia dapat menjadi bangsa dan negara yang kuat.

Ruang hidup bangsa Indonesia,
  • Secara teritorial, 12 mil dari pulau terluar.
  • Secara ekonomi, 200 mil dari pulau terluar.

Berdasarkan data statistik 2003 Pendapatan Domestik Bruto (PDB) negara – negara di Asia dari laut, 
  1. Korea Selatan 37%
  2. Jepang 56,4%
  3. China 48, 8%
  4. Indonesia 18,4%
Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar memiliki persentase PDB kelautan terkecil dibandingkan Korsel, Jepang dan China. Hal ini menunjukkan pasti ada yang salah dengan Indonesia.

Salah satu kesalahan Indonesia, menurut Nono, kurangnya pemanfaatan kelimpahan sumber daya laut Indonesia. 80% APBD negara disalurkan untuk membangun jalan raya di darat, sedangkan pembangunan penghubung antarpulau disampingkan.

Prof. Muh. Yunus dan Karl Weber mengungkapkan dalam statistik 2008 pendapatan negara – negara di dunia,
  • 94% pendapatan dunia diraup 40% negara kaya
  • 6% pendapatan dunia dinikmati 60% negara berkembang, itu pun yang menikmati hanya kalangan tertentu.

Faktanya, uang selalu mengalir dari negara – negara miskin ke negara – negara kaya, menurut Joseph Stiglitz. Oleh karena itu, Indonesia yang termasuk dalam negara berkembang harus bekerja lebih keras dan cerdas. Harus dapat mengolah potensi bangsa sendiri demi kesejahteraan dan kemakmuran bangsa.

Indonesia bukannya tidak memiliki peluang. Sebaliknya, Indonesia adalah negeri yang kaya, potensi alam yang berlimpah. Selayaknya, Indonesia dapat memanfaatkan terutama sumber daya baharinya menjadi potensi ekonomi yang luar biasa.

Potensi Ekonomi kelautan Indonesia,
  1. Perikanan tangkap
  2. Perikanan budidaya
  3. Industri pengolahan hasil perikanan
  4. Industri bioteknologi kelautan
  5. Pertambangan energi
  6. Pariwisata bahari.

Sakandinavia, Chili, Peru, Islandia, dan Norwegia ialah contoh negara di dunia yang telah berhasil menaikkan PDB negara mereka sebesar min. 30% setahun dengan mengusahakan potensi laut. Hal ini juga meluluskan mereka dari krisis ekonomi.

Tidak dapat dipungkiri, laut berperan penting sebagai pemersatu politik dan perekonomian dunia. Di laut ada banyak minyak, emas dan beragam potensi lainnya untuk digali.

Dalam menghadapi tantangan global, Indonesia harus memiliki perencanaan strategis yang matang. Sasaran strategis yang harus dicapai : 
  • Kesadaran nasional wilayah nasional sebagai ruang hidup bangsa
  • Harus ada gerakan nasional kembali ke laut
  • Rubah paradigma berpikir dari “land base oriented” ke “Archipelagic oriented.”
  • Pembangunan kelautan sebagai arus utama strategi pembangunan nasional
  • Penataan kelembagaan dan peraturan undang – undang
  • Perbaikan sistem pemerintahan nasional
  • Universitas sebagai pusat pengembangan pikiran.
Demikian kuliah umum yang dibawakan oleh Nano Sampono.

My types of girl or woman

Horikita Maki
These are some traits of woman or girl that I like :
1. Not wear any make-up (at least soft make-up).
2. Cute.
3. Straight-forward.
4. Smart.
5. Has strong will. Uneasy to give up.
6. Not kittenish.
7. Hard-working.
8. Warm Hearted
9. Has a bright eyes and sweet smile.
10. Honest.
11. Confidence.
12. Has a sincere heart.
13. Patient.
14. Has faith in God.
15. Simple and calm.

Friday, December 23, 2011

My most beautiful....

ใบเฟิร์น-พิมพ์ชนก ลือวิเศษไพบ
Name : Pimchanok Leuwisedpaiboon
Surname : Baifern
Profession : Thai Actress
Birth Date : 30 September 1992
Nationality : Bangkok
Height : 165cm
Blood Type : B
Favorite Color : Rose
Hobbies : Drawing and Playing Piano
Favorite Sports : Fishing
Education : Nawamintarashinutid School

She have been popular when casted as Nam in Thai movie Crazy Little Thing called Love with Mario Maureer.

Her new
movie is love summer (รักตะลอน ออน เดอะบีช / รักเธอฤดูร้อน) has been released on October 6th, 2011.

Name : Emma Charlotte Duerre Watson
Birth :  Paris, April 15th, 1990
Parents : Jacqueline Luesby and Chris Watson
Profession : British Actress
Height : 165 cm
Hobby : Painting

Has been popular because of her role in Harry Potter Movies as Hermione Jane Granger. She is now studying art in Brown, a fancy American school.
Name : 고아라 (Go A Ra)
Birthplace : Jinju, South Gyeongsang, South Korea
Date of birth : February 11th, 1990
Profession : Korean Actress and Model
Blood Type : A
Height : 170 cm
Weight : 45 kg

I like her role in no limits / heading to the ground as Kang Hae Bin.


Name : Inoue Mao (井上真央)
Birth : Yokohama, January 9th, 1989
Profession : Japanese Actress
Height : 158 cm
Weight : 41 kg
Blood type : O
Talent agency : Seventh Avenue

Most popular because of her role as Makino Tsukushi in Hana Yori Dango, Japan dorama.

Name : Diandra Paramitha Sastrowardoyo
Birth : Jakarta, March 16th, 1982
Status : Married
Husband : Indraguna Sutowo
Son : Syailendra Sutowo
Profession ; Indonesian Actress
Last education : S1 Filsafat, UI
Hobbies : Reading, watching and all about arts.
Has been popular after played as Cinta in Ada apa dengan Cinta the movie. Now she is ambassador of Loreal Paris products.

Wednesday, December 14, 2011

빗물이 내려서 Hujan Turun


빗물이 내려서 - 김태우

[OST]개인의 취향 

안녕이란 너의 말에 나 웃으며

아무렇지 않은 듯 행복하라며

가는 너의 뒷모습 바라보면서 나 땜에 울지 않길 기도했어 

 

흐르는 눈물보며 떠날수가 없는데

 널 보낼수가 없는데

 

빗물이 내려서 정말 괜찮았어

눈물이 보이질 않아 괜찮았어

괜 찮아서 떠나는 너를 잡지 못했어

니 마음속 아픈 기억 모두다 지워줄

빗물 이 내려서 

 

시 간 흘러 잊은 줄 만 알았던 너 아무렇지 않은 듯 그렇게 살아
홀로 걷는 뒷모습만 봐도 바로 너 오늘도 그때처럼 비가 내려


 


눈물이 나려고해 그녀를 잡으려해

웃게 해줄수 없는데

빗물이 내려서 정말 괜찮았어

눈물이 보이질 않아 괜찮았어

괜 찮아서 떠나는 너를 잡지 못했어

내 마음속 아픈 기억 모두다 지워줄

빗 물이 내려서

 

가 지말라고 떠나지 말라고

맘으로 말할게

니 맘이 울어서 빗물이 내렸어 내맘이 울어서 눈물이 내렸어

사랑 해서 떠나는 너를 잡지 못했어

맑게 게인 너의 삶의 슬픔을 안겨줄

빗물이 될까봐 


Quotes


Facilius est multa facere quam diu 

 It is easier to do many things than to do one for a long time. (Quintilianus)

Where you used to be, there is a hole in the world, which I find myself constantly walking around in the daytime, and falling in at night.  I miss you like hell. ~Edna St. Vincent Millay

Ask me why I keep on loving you when it’s clear that you don’t feel the same way for me… the problem is that as much as I can’t force you to love me, I can’t force myself to stop loving you. ~Author Unknown

Help me out from the deepest hole that you deep dig in to my heart. - ToSerbu.

I don’t know why they call it heartbreak.  It feels like every other part of my body is broken too.  ~Missy Altijd

Tuesday, December 13, 2011

^ Renungan singkat ^


Ujian Praktek Agama ( Renungan singkat )
Tema               : No worry is too big or too small for His (Jesus) attention.
Naskah           : Matius 6 : 25 – 34.
Tujuan            : Memberi pengarahan agar tidak merasa khawatir secara berlebihan.
Peserta           : Semua yang sedang dalam kekhawatiran.
Isi                    :
Rasa khawatir adalah perasaan manusiawi yang sudah mendarah daging dalam diri manusia sejak dulu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia , khawatir dapat diartikan sebagai rasa takut, cemas dan gelisah akan sesuatu yang belum diketahui dengan pasti.
Rasul Petrus dalam alkitab juga dikisahkan pernah mengalami rasa khawatir ini. Ketika ia ditanyai kepastiannya sebagai murid Yesus, ia meraa takut, cemas, gelisah, dan khawatir (mungkin) akan dihukum seperti Yesus apabila ia mengaku. Akibatnya, ia menyangkal Tuhan sebanyak tiga kali. Seperti yang sudah Tuhan prediksikan. (Mat.26: 69-75; Mrk.14: 66–72; Luk.22: 56–62; Yoh.18: 15-18; 25-27). Namun, akhirnya rasul Petrus dapat mengatasi kesalahannya tersebut dengan bertobat dan menjadi salah satu rasul Tuhan yang berani dan tidak lagi mudah gentar imannya.
Hans Christian Andersen, pengarang dongeng terkenal seperti “ The Emperor’s New Clothes” , mengalami fobia bahwa dirinya akan terkubur hidup – hidup. Sebab itu, ia selau membawa sebuah memo di sakunya yang bertuliskan bahwa jika seseorang menemukannya dalam keadaan tak sadarkan diri, jangan sampai ia dianggap sudah mati. Sering kali ia juga meninggalkan notes di samping tempat tidurnya yang berbunyi, “Saya hanya kelihatannya saja mati.” Itulah kecemasan yang selalu dialaminya sampai akhirnya ia meninggal karena kanker pada tahun 1875.
Khawatir ada 2 macam. Pertama, rasa khawatir yang membuat kita jadi lebih berhati – hati sehingga memampukan kita menyusun persiapan yang mantap untuk hal – hal tidak pasti yang ada di depan. Kedua, rasa khawatir yang berlebihan. Rasa khawatir yang tidak memberi jalan keluar, yang hanya menjadi beban dan tekanan. Khawatir yang pertama adalah baik adanya, sedangkan yang kedua tidak. Kekhawatiran yang kedua inilah yang dimaksudkan alkitab untuk disingkirkan.
No worry is too big or too small for his attention. Kekhawatiran tidak akan mengubah apa pun. Sebaliknya, kepercayaan kepada Tuhan mengubah seluruh cara pandang kita terhadap kehidupan.
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” ( Filipi 4 : 6)
Bila kita mempercayakan kesulitan kita dalam tangan Allah, Dia akan memberi damai-Nya dalam hati kita. Oleh karena itu, “ Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5 : 7)

Maret 2011

Colours of Life


Amazing Oranye
The Colours of Sunset and Autumn
Halloween and Thanksgiving
Carrot and Orange
Oranye is Everywhere


Snappy, Buaya Oranye
Seekor buaya di Geelong, Melbourne, Australia ditemukan memiliki keunikan pada warna kulitnya. Jika buaya air asin umumnya berwarna hijau, Snappy justru berkulit oranye. 

Ketika melihat buayanya berubah menjadi oranye, Tracy Sandstrom –pemilik Snappy–  mengira buayanya sakit dan sekarat. Namun para ahli mengatakan Snappy adalah buaya yang sehat.

Snappy diduga telah mengunyah pipa di dalam tangki yang berisi tanin (zat yang dihasilkan oleh sejenis ganggang merah) karena mengira benda itu dapat menjadi makanan yang lezat.

Hujan Serbuk Oranye di Alaska
3 Agustus 2011 lalu, warga Kivalina, sebuah desa terpencil di Alaska dibuat bingung oleh jatuhnya serbuk oranye dari langit. Beberapa hari berselang, terjadi hujan air yang bercampur serbuk misterius itu, hingga masuk dalam cadangan air minum. Warga khawatir serbuk itu berbahaya. 

Hasil analisis National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), badan yang mengurusi laut dan atmosfer AS, menemukan, serbuk oranye itu adalah spora jamur, bukan telur mikroskopik dari hewan Krustacea kecil seperti yang diduga sebelumnya. Hasil kajian itu diumumkan NOAA pada Kamis, 18 Agustus 2011 lalu. 

National Marine Fisheries Service, salah satu sub dari NOAA menjelaskan, spora tersebut konsisten dengan benda sejenis yang berasal dari jamur (fungus) yang menyebabkan karat, penyakit pada tanaman yang menyebabkan penampilan berkarat pada daun dan batang.

Sebelumnya, seorang warga Kivalina yang mengambil gambar hujan serbuk oranye, Mida Swan mengatakan, serbuk itu terasa berminyak, seperti minyak untuk bayi (baby oil).  Sampai saat ini, belum ada seorang pun yang tahu, apa sebenarnya serbuk itu.

Makna Oranye

Jingga, perpaduan antara warna merah dan kuning. Dalam bahasa Belanda disebut Oranye. Tim nasional sepak bola Belanda, dijuluki "Die Oranje" (Si Oranye) karena warna seragam mereka.

Oranye memiliki karakter seperti warna merah yang berani tetapi lebih feminim dan bersahabat. Warna ini melambangkan sosialisasi, penuh harapan dan percaya diri, membangkitkan semangat, vitalitas dan kreativitas. 


Oranye dapat menimbulkan perasaan positif seperti senang, gembira dan optimis serta penuh energi dan bisa mengurangi depresi atau perasaan tertekan. Bila berlebihan justru  akan merangsang perilaku hiperaktif. Mungkin karena hal ini, Naruto – salah satu tokoh animasi Jepang karya Masashi Kishimoto – diidentikkan dengan warna oranye sesuai dengan karakternya yang selalu optimis dan penuh semangat hingga terkesan hiperaktif.

Setiap warna memiliki makna tersendiri. Aksen warna oranye di ruang keluarga akan membawa kesan akrab pada ruangan. Selain itu warna oranye juga sangat baik untuk meningkatkan komunikasi.

Crescat scientia, vita excolatur.