Labels

Thursday, November 2, 2017

Upaya Menegakkan Hak Cipta hingga ke Luar Negeri

JAKARTA Apa yang akan terjadi jika dunia dibiarkan tanpa hak cipta? Para penulis dan pencipta serta pelantun lagu bebas berkarya, tapi barangkali hanya akan seperti para seniman jalanan, mereka mengemis lewat ember-ember apresiasi di pinggir jalan.


Indonesia mengadopsi konsepsi hukum hak cipta sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu. Namun hingga kini yang memprihatinkan ialah penegakkan hukumnya lemah. Demikian pula kesadaran publik terhadap karya seseorang begitu rendah.

Lihat saja, bagaimana para mahasiswa lebih suka memfotocopy buku daripada membelinya di toko buku. Deputi fasilitasi HKI dan Regulasi Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Ari Juliano Gema menelusuri, ada tiga alasan utama yang selalu dikemukakan.

“Pertama, harga. Katanya terlalu mahal. Kedua, distribusi. Seringkali buku yang dibutuhkan belum beredar di daerah mereka atau sudah habis. Ketiga yang paling berat adalah, sifat kecanduan masyarakat pada bahan bajakan itu sendiri,” urai Ari kala menjadi pembicara dalam sesi bertajuk ‘Hak Cipta sebagai Fondasi Industri Kreatif’ di ajang Indonesia International Book Fair (IIBF) 2017 di Merak Room 2, JCC Senayan, Jakarta pada akhir pekan lalu.

Ari mengakui, memang ketiga alibi di atas masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang perlu pihaknya selesaikan. Tentunya dengan mengandalkan dukungan dari berbagai pihak, seoerti pelaku industri kreatif juga masyarakat dan aparat penegak hukum.

Sebagai salah satu contoh upaya yang sudah dan terus dilakukan sejauh ini, ialah menutup situs-situs digital yang terindikasi lalu terbukti membajak karya kreator Tanah Air. Ari mengungkap, seringnya laporan yang masuk baru dari para penghidup industri seni musik. Belum banyak penerbit dan penulis yang melaporkan bukunya dibajak oleh situs tertentu.

“Beratus-ratus situs pembajakan lagu yang dilaporkan, sudah kami bantu sampaikan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk diblokir. Jika dari industri perbukuan ada yang perlu memerangi pembajakan di dunia digital begini, silakan mengadu dan akan kami bantu,” tambahnya.

Dalam upaya memerangi pembajakan di situs digital, Ari mengungkap, kuncinya sederhana. Sebagaimana kita tahu, situs di dunia maya menggantungkan hidup pada pemasukan iklan. Dari mana datangnya iklan? Jelas dari banyaknya klik ke situs tersebut.

Maka dari skema itu saja, Ari percaya bisnis pembajakan di era digital bisa dimatikan. Tak lain, caranya dengan memangkas pasokan finansial ke situs itu. Bekraf pun mengedepankan sosialisasi pentingnya menghargai hak cipta dan memerangi pembajakan sebagai upaya lanjutan. Sayangnya, candu gratisan masyarakat Indonesia masih menyuburkan situs serupa.

Perjanjian Bilateral

Pada kesempatan yang sama, Ketua Perkumpulan Reproduksi Cipta Indonesia (PRCI) Kartini Nurdin menekankan, sejatinya apabila para pelaku industri kreatif berhenti berkarya, yang rugi adalah para penikmat itu sendiri. Terbayang dunia yang muram tanpa hiburan.

Oleh karena itu, PRCI hadir untuk menjalankan mandat dari para penerbit dan penulis yang tergabung di dalamnya. Perempuan yang juga menjabat General Manager Yayasan Obor Indonesia itu memaparkan beberapa upaya yang sudah timnya lakukan.

Upaya pertama dengan menghubungi para rektor dan pejabat berwenang di universitas se-Nusantara. Kartini dan kawan-kawan meminta para pendidik di perguruan tinggi melarang mahasiswa-mahasiswinya membajak tanpa membayar royalti.

“Prinsipnya, silakan saja memfotocopy sebagian isi buku untuk keperluan belajar. Tapi ingat untuk membayar royalti, Rp. 10.000 saja per orang untuk setahun,” beber dia.

Kendati permintaan tersebut dipandang Kartini sangat mudah dan murah, tetap saja banyak universitas masih mangkir dari tanggung jawab tersebut. Seperti di Universitas Indonesia, para dosennya sudah setuju menerapkan hal itu, tetapi ketika ditagih uangnya oleh PRCI, hasilnya nihil.

Kartini menjelaskan, penanggulangan serupa dikejar hingga ke luar negeri melalui perjanjian bilateral. Ia bersyukur, penegakkan hukum di luar negeri lebih dapat diandalkan. Tercatat, sejauh ini, teknik pemungutan royalti dengan cara itu sudah dikutip dari Singapura, Jepang, Hong Kong dan Korea Selatan.

“Jadi harapan kami. Dengan pengutipan begini, tidak ada alasan lagi beli buku mahal, atau buku enggak ada di pasaran. Uang yang dikutip walau jumlahnya sedikit, akan kami distribusikan ke penerbit dan penulis. Ini sebagai simbol penghargaan terhadap karya mereka,” ujarnya.

Turut hadir dalam diskusi ini, musisi kondang Indonesia Candra Darusman. Dia memaparkan hak cipta secara lugas lewat buku perdananya, ‘Perjalanan Sebuah Lagu: Tentang Penciptaan, Perlindungan dan Pemanfaatan Lagu’.

Buku yang secara lengkap mengulas masalah dan solusi penegakkan hukum hak cipta itu, pada kesempatan yang sama, mendapatkan apresiasi langsung dari Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Indonesia, Triawan Munaf. Bahkan, dia meyakinkan hadirin bahwa buku tersebut seperti pencerahan yang sangat membantu meringankan pekerjaan rumah (PR) Bekraf.

Oleh karena itu, Triawan tak sungkan mengakui bahwa buku itu diadopsi oleh Bekraf untuk menjadi pegangan. Ia juga merekomendasikan buku tersebut kepada khalayak luas guna mendapatkan pemahaman yang lebih mudah tentang pentingnya hak cipta.

“Begitu buku ini dilahirkan Candra Darusman, bagi kami  ini bak hikmah yang membantu mencairkan tugas kami, yang kalau boleh saya katakan memang (Bekraf) terlambat untuk hadir. Banyak elemen yang perlu dikaji ulang secara kelembagaan dan saya belajar banyak dari buku ini,” sanjungnya.

Berhenti Sok Pintar


Hasil gambar untuk Nonchalant

Berhenti sok pintar
Jangan membantah
Kamu cuma anak kemarin sore
Bahkan pengalamanmu sama sekali enggak menarik

Berhenti sok pintar
Karna itu membuatmu abai
Lalu menunjukkan kedunguan
Membuat kesal orang lain

Berhenti sok pintar
dan menyalahkan orang lain
apalagi keadaan

Terakhir,
berhentilah mengatai diri sendiri.

Thursday, September 7, 2017

Sekuel RE: -> peREmpuan by Maman Suherman



peREmpuan: - Maman Suherman
Penerbit KPG
vi + 189 halaman
Soft Cover
Bahasa Indonesia

26 tahun 1 bulan 14 hari berlalu sejak Rere atau Re: berkabung tanah. Kendati begitu, Herman masih dihantui rasa bersalahnya atas kematian pelacur lesbian yang dicintainya secara platonis. Tidak seperti buku sebelumnya, sekuel Re: ini tak lagi dihiasi dengan warna kelam. Nada-nadanya lebih optimis, memaparkan syukur dan ketegaran hati perempuan.

Sosok Re: tentunya masih menjadi bunga dalam kisah ini. Bahkan semakin nyata menjelma dalam diri Melur, putri semata-wayangnya. Putri yang dititipkan saat usianya belum genap 5 bulan itu, pada sekuel ini sudah hampir berkepala tiga.

Meski Herman terus menjaga janjinya kepada Re: untuk memberi yang terbaik bagi Melur, yang namanya rahasia tak bisa disimpan selamanya. Seperti ada istilah menyatakan, darah lebih kental daripada air, terendus juga oleh Melur fakta kelahirannya.

Herman pun terdesak dengan pertanyaan-pertanyaan Melur tentang Tante Re:. Perempuan yang begitu baik hati selalu membanjirinya dengan mainan, pakaian bagus dan makanan kesukaannya, tetapi tak pernah benar-benar hadir di hadapannya. Herman tersudutkan dengan perdebatan kritis Melur tentang ketidakadilan dan kelaziman negara yang dianalogikan lewat kisah pelacur.

Sanggupkah Herman akhirnya mengungkap jati diri Re: sebenarnya, juga hubungannya dengan Melur? Bagaimana reaksi Melur setelah mengetahui kejujuran yang pahit itu?

Buku peREmpuan merupakan sekuel dari RE: karya Maman Suherman. Terinspirasi dari kisah nyata yang bermula dari skripsinya berjudul Pola Pemerasan dalam Kepelacuran Lesbian di Wilayah Jakarta Pusat 1987-1989.

Masihkah Ada Surga untuk Seorang Pelacur Lesbian?



RE: - Maman Suherman
Penerbit KPG
vi + 160 halaman
Soft Cover
Bahasa Indonesia

Maman Suherman, pria botak yang sekarang ini lebih dikenal sebagai notulen siaran televisi Indonesia Lawak Klub, kembali menyajikan sisi gelap dunia melalui bukunya yang berjudul "Re:".

Rere alias Re: adalah seorang pelacur lesbian yang melayani pelanggan 30 hari dalam sebulan karena enggak perlu takut tak bisa ML saat datang bulan. Di bawah asuhan mucikari bengis, Mami Lani, ibu satu putri itu mengarungi pedas dan pahitnya kehidupan. Persis, seperti makanan dan minuman kesukaannya, mie dengan 10 cabai diiris tipis-tipis dan secangkir kopi pahit.

Hingga waktu mempertemukannya dengan wartawan muda sekaligus mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengerjakan skripsi bernama Herman. Kelak calon kriminolog itu menjadi sopir setianya.

Begitulah Herman semakin jauh menelusuri seluk-beluk industri pelacuran yang kelam nan rumit. Bermula dari hanya menjadi objek skripsi, kematangan berpikir Re: mengubah hidupnya.

Buku ini dibuka dan diakhiri dengan alur yang menarik. Tak melulu soal Re:, ini kisah tentang perempuan. Perempuan yang kuat, yang adalah cahaya di ujung terowongan. Lebih dari itu, Re: adalah sosok nyata yang pernah hadir dalam hidup penulisnya.

Re: adalah buku keempat pria kelahiran Makassar 10 November 1965 itu, yang diterbitkan oleh Kepustakaan Populer Gramedia (KPG). Sebelum ini, Maman sukses menelurkan Matahati  (2012), Bokis 1: Kisah Gelap Dunia Seleb (2012) dan Bokis 2: Potret Para Pesohor (2013).

Tuesday, August 22, 2017

九张机 - OST. The Eternal Love 2017 (双世宠妃)

 dipopulerkan oleh 叶炫清

Komposer  : 周琦
Lirik : 张富贵
光阴如梭 一梭才去一梭痴
guāngyīn rú suō yī suō cái qù yī suō chī
情丝百转 丝丝缠乱犹不知
qíng sī bǎi zhuǎn sī sī chán luàn yóu bùzhī
织一段 锦绣纹饰 并连理双枝
zhī yīduàn jǐnxiù wénshì bìng liánlǐ shuāng zhī
难寄托 这相思
nán jìtuō zhè xiāngsī

兜兜转转 朝花夕拾却已迟
dōudou zhuǎnzhuǎn cháo huā xī shí què yǐ chí
寻寻觅觅 醉生梦死又一世
xúnxún mìmì zuìshēngmèngsǐ yòu yīshì
还记得 前生盟誓 欲言竟无词
hái jìdé qián shēng méngshì yù yán jìng wú cí
恨对面 不相识
hèn duìmiàn bù xiāngshí

我愿化作 望断天涯 那一方青石
wǒ yuàn huà zuò wàng duàn tiānyá nà yīfāng qīngshí
篆刻心头 是你的名字
zhuànkè xīntóu shì nǐ de míngzì
轮回彩蝶 化茧自缚 织就春蚕丝
lúnhuí cǎi dié huà jiǎn zì fù zhī jiù chūn cánsī
剪不断 共缠绵 生生世世
jiǎn bùduàn gòng chánmián shēngshēngshìshì

兜兜转转 朝花夕拾却已迟
dōudou zhuǎnzhuǎn cháo huā xī shí què yǐ chí
寻寻觅觅 醉生梦死又一世
xúnxún mìmì zuìshēngmèngsǐ yòu yīshì
还记得 前生盟誓 欲言竟无词
hái jìdé qián shēng méngshì yù yán jìng wú cí
恨对面 不相识
hèn duìmiàn bù xiāngshí

我愿化作 望断天涯 那一方青石
wǒ yuàn huà zuò wàng duàn tiānyá nà yīfāng qīngshí
篆刻心头 是你的名字
zhuànkè xīntóu shì nǐ de míngzì
轮回彩蝶 化茧自缚 织就春蚕丝
lúnhuí cǎi dié huà jiǎn zì fù zhī jiù chūn cánsī
剪不断 共缠绵 生生世世
jiǎn bùduàn gòng chánmián shēngshēngshìshì

我愿化作 望断天涯 那一方青石
wǒ yuàn huà zuò wàng duàn tiānyá nà yīfāng qīngshí
篆刻心头 是你的名字
zhuànkè xīntóu shì nǐ de míngzì
轮回彩蝶 化茧自缚 织就春蚕丝
lúnhuí cǎi dié huà jiǎn zì fù zhī jiù chūn cánsī
剪不断 共缠绵 生生世世
jiǎn bùduàn gòng chánmián shēngshēngshìshì
剪不断 共缠绵 生生世世
jiǎn bùduàn gòng chánmián shēngshēngshìshì

Terjemahan 

Judul: Sembilan Sajak
Penyanyi: Yèxuànqīng

Waktu seperti halte, sepintas lalu kemudian kembali lagi
Perasaan seperti sutra yang tak kita sadari mudah  sekali rapuh
Menenun sebongkah ragam hias gemerlap dengan cinta terdalam kita berdua
Sulit rasanya mempercayakan mabuk cinta ini kepada seseorang
*Sudah terlambat untuk berbalik pada pagi hari
Mencari-cari kehidupan di dunia lain
Teringat yang dulunya keluarga tak lagi saling bicara
Membenci satu sama lain

**Ku bersedia menjadi cakralawa harapan mu
Dengan namamu terpatri di hatiku
Memutar waktu untuk kembali menjadi kupu-kupu dalam kepompong demi menenun sutra musim semi
***Yang tak bisa terpotong, melainkan terus bertautan satu sama lain selama-lamanya

Ulang *
Ulang ** 2x
Terakhir ulang ***