Labels

Tuesday, December 13, 2011

^ Renungan singkat ^


Ujian Praktek Agama ( Renungan singkat )
Tema               : No worry is too big or too small for His (Jesus) attention.
Naskah           : Matius 6 : 25 – 34.
Tujuan            : Memberi pengarahan agar tidak merasa khawatir secara berlebihan.
Peserta           : Semua yang sedang dalam kekhawatiran.
Isi                    :
Rasa khawatir adalah perasaan manusiawi yang sudah mendarah daging dalam diri manusia sejak dulu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia , khawatir dapat diartikan sebagai rasa takut, cemas dan gelisah akan sesuatu yang belum diketahui dengan pasti.
Rasul Petrus dalam alkitab juga dikisahkan pernah mengalami rasa khawatir ini. Ketika ia ditanyai kepastiannya sebagai murid Yesus, ia meraa takut, cemas, gelisah, dan khawatir (mungkin) akan dihukum seperti Yesus apabila ia mengaku. Akibatnya, ia menyangkal Tuhan sebanyak tiga kali. Seperti yang sudah Tuhan prediksikan. (Mat.26: 69-75; Mrk.14: 66–72; Luk.22: 56–62; Yoh.18: 15-18; 25-27). Namun, akhirnya rasul Petrus dapat mengatasi kesalahannya tersebut dengan bertobat dan menjadi salah satu rasul Tuhan yang berani dan tidak lagi mudah gentar imannya.
Hans Christian Andersen, pengarang dongeng terkenal seperti “ The Emperor’s New Clothes” , mengalami fobia bahwa dirinya akan terkubur hidup – hidup. Sebab itu, ia selau membawa sebuah memo di sakunya yang bertuliskan bahwa jika seseorang menemukannya dalam keadaan tak sadarkan diri, jangan sampai ia dianggap sudah mati. Sering kali ia juga meninggalkan notes di samping tempat tidurnya yang berbunyi, “Saya hanya kelihatannya saja mati.” Itulah kecemasan yang selalu dialaminya sampai akhirnya ia meninggal karena kanker pada tahun 1875.
Khawatir ada 2 macam. Pertama, rasa khawatir yang membuat kita jadi lebih berhati – hati sehingga memampukan kita menyusun persiapan yang mantap untuk hal – hal tidak pasti yang ada di depan. Kedua, rasa khawatir yang berlebihan. Rasa khawatir yang tidak memberi jalan keluar, yang hanya menjadi beban dan tekanan. Khawatir yang pertama adalah baik adanya, sedangkan yang kedua tidak. Kekhawatiran yang kedua inilah yang dimaksudkan alkitab untuk disingkirkan.
No worry is too big or too small for his attention. Kekhawatiran tidak akan mengubah apa pun. Sebaliknya, kepercayaan kepada Tuhan mengubah seluruh cara pandang kita terhadap kehidupan.
“Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.” ( Filipi 4 : 6)
Bila kita mempercayakan kesulitan kita dalam tangan Allah, Dia akan memberi damai-Nya dalam hati kita. Oleh karena itu, “ Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu.” (1 Petrus 5 : 7)

Maret 2011

No comments:

Post a Comment