Labels

Wednesday, December 12, 2012

Friday, September 7, 2012

Prinsip Komunikasi Interpersonal

Komunikasi Interpersonal adalah proses transaksional
Komunikasi antar pribadi melibatkan seluruh elemen komunikasi, seperti pengirim, pesan, saluran, gangguan dan penerima. Berdasarkan seluruh elemen tersebut, terdapat suatu proses memutar (circular) yang terjadi. Individu tidak selalu menjadi pengirim, ada saat individu dapat menjadi penerima pesan, demikian sebaliknya. Hal inilah yang disebut sebagai proses transaksional.
Setiap elemen saling tergantung. Perubahan pada satu kedudukan elemen dapat mengubah kedudukan elemen lainnya.

Komunikasi Interpersonal memiliki tujuan
Manusia berinteraksi memiliki tujuan. Manusia berkomunikasi pun ada tujuannya. Tujuan komunikasi antar pribadi, yaitu untuk belajar, menjalin hubungan, memengaruhi, bermain dan membantu.
Tujuan komunikasi antar pribadi secara keseluruhan dapat dilihat sebagai motif untuk memuaskan kebutuhan dan sebagai suatu hasil yang ingin dicapai. 


Komunikasi Interpersonal berpotensi ambigu
Pesan yang ambigu merupakan suatu pesan yang dapat ditafsirkan secara berbeda atau memiliki lebih dari satu makna. Misal, itu lukisan Pangeran Williams. Maksudnya bisa, lukisan itu dibuat oleh Pangeran Williams atau lukisan itu menampilkan wajah Pangeran Williams.
Ambiguitas tidak terkecuali terjadi dalam komunikasi atar pribadi. Ketika individu menyampaikan suatu gagasan atau pesan, individu tidak pernah mengomunikasikan gagasan atau pesan tersebut secara tepat dan total. Seakurat apapun penyampaiannya, tetap ada potensi kesalahpahaman yang tidak terduga. Misal, saat dosen menjelaskan suatu teori. Setelah menjelaskan ia memastikan mahasiswanya mengerti dengan bertanya, “apa kalian mengerti?” Mahasiswanya serentak mengangguk tanda mengerti. Untuk lebih pasti, ia menambahkan, “ada pertanyaan?” Mahasiswanya sekali lagi serentak menggeleng. Dosen tersebut akhirnya mengajukan pertanyaan pada seorang mahasiswanya. Mahasiswa tersebut dapat menjelaskan teori tersebut dengan benar. Namun, ia salah membuat contoh penerapan teori tersebut.

Komunikasi Interpersonal berhubungan simetris atau komplementer
Komunikasi yang terjadi antar pribadi dapat terjadi secara simetris maupun komplementer. Hubungan yang simetris maksudnya, kedua individu mencerminkan perilaku satu sama lain. Dengan kata lain, memiliki kesamaan perilaku di mana perbedaan antar individu diperkecil. Hubungan yang komplementer sebaliknya, perbedaan antar kedua individu diperbesar. Atau dengan kata lain, perilaku kedua individu sama sekali berbeda.
Hubungan simetris misalnya, jika Ron kasar terhadap Hera, Hera juga bersikap kasar terhadap Ron. Hubungan komplementer misalnya, jika Ron banyak bicara, Hera lebih banyak mendengarkan.

Komunikasi Interpersonal merujuk pada konten dan hubungan
Pada komunikasi antar pribadi, interpretasi individu terhadap dan atau oleh individu lainnya dipengaruhi cara mengucapkan dan setiap kata yang diucapkan masing – masing individu. Pula memberi petunjuk tentang hubungan yang terjalin antar individu.
Misal, mengucapkan “Tom, bisa tolong buatkan aku kopi? Aku sangat lelah,” dengan mengucapkannya seperti “Tom, buatkan aku kopi sekarang!” memiliki pesan yang disampaikan secara berbeda. Pesan pertama disampaikan dengan cara meminta dan hubungan yang mungkin, kedua individu sederajat. Pesan kedua disampaikan sebagai perintah dan hubungan yang mungkin adalah atasan yang menyuruh bawahannya.

Komunikasi Interpersonal merupakan rangkaian acara selingan
Maksudnya, apa yang satu individu pandang sebagai penyebab dan dampak, berbeda pandang dengan individu lainnya. Misal, sepasang kakak beradik memiliki kamar yang bersebelahan. Oleh karena suatu hal, keduanya bertengkar. Menurut si Adik, Kakaknya sering menyanyi di kamarnya sehingga ia memilih menonton Tv hingga larut malam, menunggu kakaknya tidur. Sementara menurut si Kakak, Adiknya memang sering tidur larut malam menonton siaran olahraga sehingga terkadang ia merasa tidak ada salahnya belajar sambil menyanyi.
Masalah perbedaan hanya dapat diselesaikan jika kedua individu berhenti saling menyalahkan.

Komunikasi Interpersonal pasti terjadi, tidak bisa diubah kembali, dan tidak bisa diulang
Komunikasi antar pribadi tidak dapat dihindari (inevitable) maksudnya, individu berkomunikasi meskipun tidak bermaksud atau tidak diinginkan sekali pun. Misal, orang yang duduk menyepi sambil membaca buku sendirian pun mengomunikasikan kepada orang lain yang melihatnya untuk tidak mengganggu.
Komunikasi antar pribadi tidak bisa berubah (irreversible) maksudnya, apa yang sudah dikomunikasikan akan tetap terkomunikasikan. Kata yang terucap tidak bisa ditarik kembali. Pada komunikasi tatap muka khususnya, komunikasi terjadi begitu saja. Komunikasi itu cepat berlalu, menguap dari ingatan. Berbeda dengan komunikasi melalui media komputer, pesan maupun informasi dapat disimpan secara otomatis.
Komunikasi antar pribadi tidak bisa diulang (unrepeatable) maksudnya, tidak ada komunikasi yang dapat terbentuk dalam situasi, mental maupun hubungan dinamis yang tepat sama.

Source: Devito, Joseph. A. 2009. The Interpersonal Communication Book,12th Edition. Boston : Pearson Education,Inc. Chapter 1 : Foundations of Interpersonal Communication.

Sifat Komunikasi Interpersonal

      Komunikasi Interpersonal melibatkan ketergantungan antar individu
Komunikasi antar pribadi adalah komunikasi antar 2 orang atau lebih yang memiliki hubungan. Komunikasi 2 arah ini biasa disebut komunikasi diadik. Komunikasi antar pribadi melibatkan interdependensi individu. Interdependensi di sini berarti bahwa semua anggota sistem tergantung pada semua anggota sistem lainnya.
Dalam komunikasi antar pribadi, individu tidak hanya terhubung secara sosial. Misalnya dosen dan mahasiswa. Namun, dalam komunikasi ini, interaksi antar individu melibatkan pula dampak terhadap satu sama lain. Perilaku satu individu akan mengakibatkan individu lain yang berhubungan terkena dampaknya. Misal, karya ilmiah seorang mahasiswa mendapatkan penghargaan dan diakui secara internasional, mengakibatkan dosen pembimbingnya turut harum namanya.

      Komunikasi Interpersonal bersifat saling terhubung
Komunikasi yang terjadi antar 1 individu dengan individu lainnya bersifat unik. Tidak ada hubungan ganda. Misalnya, dengan teman sebayanya, Andy dapat berbicara dengan santai. Sementara dengan ayahnya, dia bicara dengan hormat.
Disadari atau tidak, cara berkomunikasi berpengaruh terhadap perkembangan hubungan antar individu. Misalnya, komunikasi yang didasari kecurigaan membangun hubungan yang rapuh dan tidak nyaman. 

      Komunikasi Interpersonal hadir dalam suatu rangkaian
Komunikasi antar pribadi hadir dalam suatu rangkaian yang bertingkat dari hubungan yang bersifat paling umum hingga ke hubungan yang bersifat paling pribadi.
Dalam tingkatan komunikasi tersebut, terdapat beberapa karakter yang membedakan bentuk komunikasi umum dan pribadi.
§  Informasi peran vs pribadi
Dalam komunikasi umum, individu tidak menjadi individu yang unik melainkan memainkan sebuah peran dan mempertukarkan informasi yang umum. Misalnya komunikasi antara pembeli dan penjual, informasi yang dipertukarkan sebatas produk dan harga yang sedang dinegosiasikan. Sementara dalam komunikasi pribadi, individu menjadi dirinya sendiri yang unik dan informasi yang dipertukarkan bersifat unik dan luas. Misalnya komunikasi antara suami istri, informasi yang dipertukarkan bisa sampai yang bersifat rahasia.
§  Aturan masyarakat vs pribadi
Interaksi antar pembeli dan penjual dilakukan sebagaimana mustinya, atau yang berlaku secara umum. Sementara interaksi antar pasutri memiliki aturan rumah tangganya sendiri.
§  Data prediksi vs penjelasan
Ketika antar individu baru berkenalan, masing – masing hanya bisa memprediksi sebagaian kecil perilaku. Setelah mengenal lebih jauh, kemampuan memprediksi perilaku meningkat. Bahkan sebagian besar perilaku dapat dijelaskan. Misalnya,
§  Pesan sosial vs pribadi
Pada komunikasi impersonal, pertukaran pesan antar individu hanya mengandung kedekatan dan emosi yang minimal. Sementara, pada komunikasi pribadi, tingkat kedekatan dan emosi ditunjukkan secara maksimal.

      Komunikasi Interpersonal melibatkan pesan verbal dan non verbal
Setiap komunikasi pasti melibatkan pesan verbal dan non verbal. Demikian juga halnya dengan komunikasi antar pribadi. Kedua jenis pesan tersebut penting dan tidak terpisahkan. Individu tidak bisa hanya memaknai salah satunya saja, harus diperhatikan kedua – duanya agar tidak terjadi kesalahan interpretasi pesan.

      Komunikasi Interpersonal hadir dalam berbagai bentuk
Seringnya, komunikasi yang melibatkan minimal 2 orang atau lebih ini terjadi secara langsung atau tatap muka. Namun, seiring kemajuan teknologi, komunikasi antar pribadi juga dapat terjadi melalui media komunikasi seperti telepon dan komputer. Pada komputer, komunikasi terjadi melalui jaringan secara online. Beberapa komputer bahkan menyediakan layanan percakapan tatap muka antar individu tanpa terbatas ruang dan waktu.
Perbedaannya, komunikasi tatap muka lebih menguntungkan dalam hal terjadinya spontanitas dan waktu yang nyata atau bersamaan. Sedangkan pada komunikasi melalui media komputer meminimalkan spontanitas dan pertukaran pesan dalam waktu yang berbeda.

Komunikasi Interpersonal memiliki berbagai keefektifan
Keuntungan komunikasi antar pribadi di antara lain: keefektifan tinggi dalam pertukaran pesan dan memberikan kepuasan kepada individu sebagai makhluk sosial. 

Source: Devito, Joseph. A. 2009. The Interpersonal Communication Book,12th Edition. Boston : Pearson Education,Inc. Chapter 1 : Foundations of Interpersonal Communication.