Labels

Thursday, September 15, 2011

Idealisme Plato


Idealisme Plato
Ajaran Plato yang paling terkenal adalah ajarannya tentang dunia ide. Menurutnya, realitas yang kita saksikan sehari –hari, yang inderawi ini bukanlah realitas (kenyataan). Realitas sesungguhnya, yang sempurna ada di dunia ide. Segala sesuatu di alam inderawi ini berasal dari dunia ide. Semua ide bersifat abadi dan merupakan kebaikan tertinggi. Jadi negara ideal yang disusunnya, begitupun Filsuf-raja, menurutnya sesungguhnya didasarkan usaha manusia meniru bentuk negara dan penguasa di dunia ide. Dunia ide itu sendiri adalah tafsirannya tentang “dunia tuhan” gurunya, Socrates. Pemikiran ini kemudian menjadi titik anjak metode Platonic, yang pada akhirnya mempengaruhi literatur teologi Eropa, bersisian dengan metode rasionalis – empiris Aristoteles.

Tiga karya Plato yang paling terkenal adalah Republic, Politicus dan The Laws. Republic ditulis di awal kedewasaanya, sedang dua lainnya di masa tuanya. Republic terdiri dari sepuluh bagian, mengetengahkan bentuk – bentuk negara sesuai pengamatannya secara teliti tentang seluk – beluk kehidupan negara pada masa situ. Inilah bukunya yang paling terkenal karena merupakan karya seni tingkat tinggi dalam bidang filsafat.

Di masa hidupnya, Plato menulis tidak kurang dari 36 karya tulis, sebagian dalam bentuk dialog dengan gaya satra yang sangat indah dan menawan. Oleh karena itu, Plato tidak hanya dikenal sebagai filsuf besar melainkan juga seorang sastrawan agung.

Dari 36 karyanya, oleh para sarjana modern telah diteliti bahwa :
  • Theages
  • Minos
  • Erastae
  • Alkibiades II
  • Axiokhus
  • Eryxias
  • Hipparkhos
tentang kebajikan, keadilan dan definisi – definisi bukanlah karya tulis Plato.

  • Epinomis
  • Alkibiades I
  • Kleitophon
  • Hippies Maior
  • Hippies Minor
masih diragukan keotentikannya.

Karya Plato yang berusaha mengabadikan pemikiran gurunya :
·         Dialogue (dialog)
·         Statesman (negarawan)
·         Apologia (pembelaan)
·         Republics

Karya tulis Plato terindah :
  • Phaedrus
  • Symposium

No comments:

Post a Comment