Labels

Thursday, February 18, 2016

Obama Jadi Model Iklan ‘No Smoking’ di Rusia

MOSKVA – Kantor iklan Rusia nampaknya menyerukan provokasi yang berlebihan terhadap Amerika Serikat dalam posternya yang bertajuk, ‘Merokok membunuh lebih banyak orang dari Obama’.

Walaupun pesannya baik, yakni untuk mengingatkan orang-orang betapa bahayanya merokok. Namun poster iklan layanan masyarakat itu sudah menghina tokoh dunia, yang bahkan masih hidup dan menjabat sebagai presiden di negeri adidaya.

Secara tidak langsung, pesan itu menyamakan Presiden Barrack Obama dengan pembunuh.
“Jangan merokok, jangan menjadi seperti Obama,” demikian kelanjutan dari pesan singkat dalam poster bergambar sang presiden sedang menghisap sebatang rokok.

Melansir The Guardian, Kamis (18/2/2016), iklan yang dipajang di jalan-jalan ibu kota Rusia itu dibuat secara anonim. Krimea maupun walikota Moksva sendiri belum berkomentar soal poster iklan tersebut.

Tidak berapa lama, keberadaan iklan itu menjadi viral di dunia maya. Sehingga mengundang komentar dari politisi partai oposisi di Rusia, Dmitry Gennadyevich Gudkov.

“Sangat menjijikan dan memalukan melihat poster semacam itu tersebar di Moksva. Dalam waktu dekat, bukan mustahil orang-orang akan lebih sering menakut-nakuti anak-anak dengan Obama dibanding Baba Yaga (makhluk mistis dari cerita rakyat Slavia),” komentarnya melalui akun Facebook, yang di-like lebih dari 1.300 netizen.

Selain poster, video anti-Obama juga merebak di Negeri Beruang Merah. Kabarnya, video propaganda yang diunggah ke Youtube pada 12 Februari 2016 itu dipublikasikan oleh seorang politisi sayap muda Partai Rusia Bersatu.

Dalam video tersebut ditampilkan ratusan mahasiswa Rusia berkumpul di lapangan indoor. Mereka berbaris rapi memenuhi lapangan, sebelum tiba-tiba mereka serempak terjatuh, seolah meninggal. Menyisakan hanya satu mahasiswi yang membawa papan bertuliskan, “Presiden AS membunuh 875 orang setiap minggu,” ditambah seruan singkat di baliknya, “hentikan Obama!”

Rekaman bisu yang dibuat hitam putih berdurasi kurang lebih 1 menit 12 detik itu telah mengundang lebih dari 500 ribu penonton dan dikomentari sebanyak 3.108 kali.

Pada Januari tahun ini, sebuah spanduk kampanye Obama pada pemilu 2008 yang bertuliskan ‘Harapan’ diubah menjadi ‘Pembunuh’. Spanduk itu tergantung di suatu bangunan tinggal yang letaknya berseberangan dengan kantor kedutaan besar AS di Moskva.

Berikut ini video propaganda anti-Obama dari Rusia:



Obama dikenal sebagai pecinta damai. Ia menjunjung tinggi kesetaraan dan membawa nilai-nilai kebebasan di AS dengan baik. Namun, janjinya untuk menghentikan peperangan di Afghanistan, Irak dan banyak negara lain di Timur Tengah hingga kini belum jua terealisasi.

Oleh sebab itulah, banyak warga Rusia, yang padahal presidennya juga hobi berperang, memandang presiden kulit hitam pertama di Paman Sam itu sebagai pembunuh.

No comments:

Post a Comment