Labels

Sunday, November 24, 2013

[Review] STALIN SEBELUM REVOLUSI 1917


Judul            : Stalin Muda “Dari Anak Tukang Sepatu menjadi Pempimpin Besar Dunia”
Penulis         : Simon Sebag Montefiore
Penerbit       : Pustaka Alvabet, 2012
Ukuran         : 13 x 20 cm
Tebal            : 664 halaman
Genre           : Sejarah
ISBN             : 978-602-9193-21-3


Revolusi itu harus cepat dan segera! Ketika Pemimpin Bolshevik, yakni Lenin sudah menyerah terhadap revolusi utopis yang diperjuangkannya selama 24 tahun, adalah Josef Djugashvilli alias Stalin yang berdiri di belakangnya dan kukuh mendorong terjadinya revolusi 1917. Siapakah sosok yang bersikeras di balik revolusi 1917 ini? Sosok pemimpin paling berpengaruh di dunia, terlepas dari berjuta-juta nyawa yang ia layangkan. 

---------
Josef Vissarionovich Djugashvili lahir dari seorang perempuan Georgia yang kuat, Ekaterina “Keke” Geladze. Ibunya berharap putra kecilnya, Soso, nama lain Stalin, tumbuh menjadi seorang pendeta. Namun takdir sang anak bergulir di luar kendali Keke.

Stalin muda menjalani hidup yang keras di jalan-jalan Kota Gori, yang terkenal dengan kebarbarannya yang tak terbatas. Ia pun tumbuh menjadi berandal kecil, pemberontak ulung, yang nakal dalam bertingkah, namun cemerlang dalam pendidikannya.

Tahun 1890, kebijakan Kaisar Alexander III mengenai penggunaan bahasa Rusia bagi orang Georgia memicu pemberontakan Soso terhadap Tsar Rusia. Ketika ia ditunjuk sebagai asisten Lavrov, guru yang paling dibencinya, untuk menghakimi orang-orang yang bicara dengan Bahasa Georgia, Stalin pun beraksi. Didukung beberapa siswa dewasa berusia 18 tahun, Stalin membujuk Lavrov untuk masuk ke sebuah kelas kosong dan mengancam akan membunuh guru itu. Setelah kejadian itu, Lavrov menjadi lebih jinak.

Urat kepemimpinan Stalin memang sudah mencuat sejak ia masih bersekolah. Ia seringkali menjadi sosok pemimpin kharismatik bagi anak-anak seusianya. Hal inilah yang kelak menjadi bekal perluasan kekuasaannya atas gangster dan kelompok-kelompok kriminal di negeri asalnya.

Stalin yang mengagumi Lenin kemudian bergabung dalam partai politik Bolshevik. Dari sinilah jiwa revolusinya terealisasi. Ia menjadi perampok guna menyokong pendanaan partai Lenin, menjadi otak pembantaian keji, menjalankan misi-misi yang beresiko penahanan dan pengasingan.

Kontradiksi dengan perangainya yang keji, Soselo alias Soso alias Koba alias Stalin ternyata seorang yang penuh kasih dan penyair yang romantis. Kasihnya kepada ibunya dan kedukacitaannya yang mendalam atas kematian istri pertamanya Kato menunjukkan betapa ia sosok yang penuh cinta. Terlahir sebagai seorang Georgia, sosok penyair romantis pun melekat padanya. Josef juga seorang petualang cinta yang memesona. Terlepas dari bopeng pada wajahnya, kakinya yang berselaput dan kecacatan lengan kirinya akibat pukulan keras Beso-ayahnya sewaktu kecil.

---------
Melanjutkan karya sebelumnya “Stalin : Kisah-kisah yang Tak Terungkap”, menceritakan sosok Stalin pada masa kekuasaannya hingga ajalnya pada Maret 1953. Kali ini, Montefiore mengisahkan sosok pemimpin besar dunia yang satu ini sejak hari kelahiran hingga kiprahnya dalam Revolusi di Uni Soviet. Perjalanan serta perangai hidup Stalin Muda mulai dari gelandangan, penyanyi gereja, calon pendeta, penyair, pencinta, perompak, gangster, pembantai keji sampai menjabat sebagai Komisaris Rakyat Urusan Nasional di bawah Lenin dikupas tuntas oleh Montefiore melalui memoar dari orang-orang yang memiliki garis kedekatan dengan sosok fanatik Marxisme ini.

Gaya penuturannya yang novelis, membuat kisah biografi sejarah ini lebih ringan untuk dibaca. Nama-nama Rusia yang sulit dilafalkan pun dipermudah dengan alias atau pemanggilan nama yang singkat. Didukung pula dengan foto-foto serta dokumentasi mengenai orang-orang dan catatan-catatan yang terlibat di dalamnya. 

No comments:

Post a Comment