Perkenalan
Dalam dunia komunikasi pemasaran
dikenal istilah negara asal (COO). Penelitian menunjukkan bahwa COO (Country-of-Origin) merupakan salah satu
informasi penting bagi konsumen dalam membuat keputusan. Reputasi negara asal
suatu produk dengan merek tertentu dijadikan suatu acuan bagi para konsumen
untuk memilih. Hal inilah yang kemudian akan menjadi salah satu pertimbangan penting
setiap organisasi ketika merancang kegiatan pemasaran, seperti kampanye
komunikasi pemasaran terpadu.
Beberapa organisasi dan industri yang
memanfaatkan kecintaan konsumen terhadap COO dalam kampanye komunikasi
pemasaran yang efektif misalnya, Industri Penerbangan Emirates diposisikan
sebagai penyedia jasa layanan penerbangan dengan kualitas unggulan,
disejajarkan dengan citra kemewahan hotel Emirates; kampanye parfum Prancis
seperti Chanel dan Dior, sering kali menonjolkan citra Paris untuk meneguhkan
campuran antara produk COO, romansa dan keindahan; IKEA memanfaatkan reputasi
Swedia yang terkenal sosial, berorientasi keluarga nasional untuk memosisikan
bisnis mereka di seluruh benua; produsen elektronik Jepang seperti Sony dan
Panasonic, mengambil keuntungan dari reputasi negara mereka yang terkenal akan
kemajuan teknologinya; dan kampanye komunikasi pemasaran mobil Jerman seperti
Volkswagen dan Audi. Sering kali memasukkan reputasi Jerman untuk menunjukkan
kepada konsumen mutu tinggi, bahwa hasil barang buatan pabrik Jerman dapat
dipercaya.
Selain strategi negara asal,
etnosentrisme konsumen juga cenderung membuat konsumen memandang produk lokal
lebih bermutu dibanding produk impor. Kesetiaan etnosentris ini adalah hasil
kepandaian kampanye komunikasi pemasaran yang menciptakan citra khusus negara
asal, citra merek yang mengagumkan, yang menarik konsumen atau target pemasaran
untuk beralih ke produk buatan dalam negeri.
Analisis
Keadaan dan Identikasi Peluang
Untuk menganalisis keadaan pasar
potensial dan mengidentifikasi peluang bagi suatu merek, dilakukan dua analisis
pengamatan, analisis data sekunder dan primer. Analisis sekunder adalah
pengamatan yang berdasarkan pada data pengamatan yang sudah ada. Keuntungan
menggunakan analisis data sekunder yaitu efisiensi atau kehematan waktu, biaya
dan memudahkan organisasi maupun industri untuk memahami situasi pasar yang ada
serta kemudian akan lebih mudah dalam merancang analisis data primer.
Selain itu, data internal dan
eksternal juga dijadikan acuan. Data internal untuk menganalisis organisasi dan
produk itu sendiri. Data eksternal bertujuan menjadi bahan analisa mengenai
kompetitor atau pesaing, konsumen dan situasi pasar.
Contoh kasus, perusahaan mobil Jerman,
Renault, berusaha mendobrak pemasaran lokal. Data pengamatan diambil dari
majalah mobil dengan penjualan terbaik, auto,
motor und sport dengan responden lebih dari 100.000 selama lebih dari 1
tahun pengamatan. Kesimpulan pengamatan menunjukkan bahwa faktor utama warga
Jerman memutuskan membeli mobil baru ialah keamanan atau keselamatan.
Untuk mendalami lebih lanjut mengenai
persepsi keamanan mobil produksinya serta alasan utama konsumen tidak membeli
merek tersebut, Renault melakukan analisis data primer. Analisis data primer
diuji kepada segmen pasar yang lebih kecil dibanding analisis data primer. Identifikasi
peluang pasar diamati melalui objektivitas komunikasi pemasaran, keunikan
penjualan dan target khalayak potensial.
Dengan
demikian, Direktur Komunikasi Pemasaran Renault memutuskan untuk menerapkan
kampanye komunikasi pemasaran terpadu. Ia percaya, komunikasi pemasaran terpadu
yang baik mampu memosisikan merek produksinya menjadi salah satu mobil teraman
dan terpercaya di pasar Jerman.
Salah
satu peluang penjualan yang dapat dimanfaatkan Renault yaitu prestasinya ketika
delapan mobil produksinya menang dalam program taksiran mobil baru Eropa yang
bersaing dalam uji tabrakan bintang lima. Fokus target pasar Renault, dalam
kasus ini, pria berusia sekitar 30-49 tahun dengan pendapatan di atas 2 euro.
Memilih
Agensi Komunikasi Pemasaran
Setelah menganalisis keadaan dan
mengidentifikasi peluang pasar, selanjutnya, Direktur Komunikasi Pemasaran
harus mampu menerapkan bauran komunikasi pemasaran, eksekusi kreatif dan
evaluasi kampanye yang baik. Semua strategi pemasaran tersebut harus didukung
kehadiran agensi komunikasi pemasaran yang bermutu.
Contoh kasus, setelah mengundang
berbagai agen komunikasi pemasaran dan menyaksikan presentasi ide kreatif
pemasaran mereka, Renault memutuskan memakai jasa agensi pemasaran atau
industri periklanan Nordpol dan Hamburg. Kedua agensi tersebut diyakini bisa
saling melengkapi dengan baik terlepas dari perbedaan pandangan keduanya.
Pengembangan
dan Penerapan Kampanye
Kampanye dibutuhkan untuk menarik
kesadaran khalayak potensial terhadap merek suatu produk. Pengembangan dan
penerapan kampanye dilakukan dengan jalan memilih bauran komunikasi pemasaran,
eksekusi kreatif, memilih media.
Bauran komunikasi pemasaran, direktur
komunikasi pemasaran dan agensi berunding memutuskan isi pesan yang ingin
disampaikan sesuai maksud dan tujuan organisasi. Pesan pun harus disampaikan
dengan cara yang efektif dan efisien. Tersedia berbagai bauran komunikasi
pemasaran, seperti periklanan, public
relation, penjualan secara pribadi dan sales
promotion. Media diperlukan untuk menyalurkan pesan kampanye dengan
jangkauan khalayak potensial yang lebih luas.
Contoh kasus, Renault memutuskan
bersama Nordpol dan Hamburg, komunikasi pemasaran memanfaatkan iklan-iklan di
bioskop dan TV komersial. Virus kampanye juga disebarkan melalui layanan
jaringan internet seperti email dan youtube. Keuntungannya, efisiensi biaya
dan penyebaran yang efektif. Renault juga merambat ke situs-situs laman yang
memuat informasi-informasi tambahan mengenai mobil dan jalan yang aman.
Selain melalui media elektronik,
Renault juga memasarkan diri melalui media cetak seperti selebaran atau brosur
dan iklan-iklan di surat kabar. Tujuannya, mengulang-ulang pesan dan membantu
membangkitkan kesadaran merek yang bertahan lama dalam benak khalayak.
Evaluasi
dan Kesuksesan Kampanye
Hasilnya, majalah mobil terbaik, auto, motor und sport menyatakan,
kampanye Renault berhasil. 3 bulan setelah kampanye, Renault berhasil
memperoleh 7% peningkatan persepsi khlayak terhadap faktor keamanan mobil
tersebut. Kesadaran khalayak terhadap keamanan merek mobil Renault meningkat
dari 44 ke 52,2%.
Eksekusi kreatif yang unik dan
integrasi pesan yang terintegrasi dengan baik serta saluran media yang digunakan berperan penting menjadikan
kampanye tersebut efektif mengubah penilaian objektif khalayak sesuai gambaran
yang diinginkan organisasi tersebut.
Tidak hanya memesona khalayak, kampanye
tersebut juga berhasil memenangkan berbagai penghargaan periklanan tahun 2005
dan 2006. Salah satunya, Art Director
Club Awards and The International
Advertising Festival di Cannes.
Tindakan
Lanjut
Keberhasilan kampanye tidak membuat
langkah Renault berhenti. Direktur dan agensi kembali bekerja dan membuat
tindakan lanjut komersil untuk “Crashtest” dalam
rangka memastikan paparan terus-menerus dan penguatan pesan komunikasi.
Kesimpulan
Berdasarkan contoh kasus di atas,
kesuksesan komunikasi pemasaran tidak hanya bergantung pada eksekusi kreatif
saja. Pengamatan pasar penting untuk memahami pesan yang harus ditampilkan
kepada konsumen-konsumen potensial.
Analisis data di atas tidak bertujuan
memastikan penjabaran masalah maupun strategi penangangan paling tepat bagi
setiap organisasi dan industri. Bagaimana pun, penelitian dan pengamatan pasar
yang mendalam diperlukan setiap organisasi di berbagai negara untuk mengetahui
alasan mendasar penilaian khalayak terhadap merek produksinya. Hasil yang
dicapai mobil Jerman dalam contoh kasus di atas belum tentu berdampak positif
yang sama di negara lain.
Hal yang ingin ditekankan ialah
evaluasi dan konsistensi organisasi. Perencanaan dan penerapan komunikasi
pemasaran yang berhasil didukung pengamatan menyeluruh ke dalam dan ke luar
organisasi, agensi yang tepat, kreatifitas produksi dan kampanye, pemanfaatan
media yang tepat serta konsistensi organisasi dalam memproduksi dan menguatkan
pesan pemasarannya di benak khalayak.
Source: The planning and implementation of integrated marketing communications. Barbara Caemmerer. Department of Marketing, University of Strathclyde, Glasgow, UK.
www.proquest.com
No comments:
Post a Comment